News

Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 November 2019

November 11, 2019

Santri PPM KH 3 Surabaya Mengikuti Kompetisi Internasional di Malaysia


Santri PPM KH 3 Surabaya Mengikuti Kompetisi Internasional di Malaysia
Paling kiri, Andik Kurniawan Santoso (santri PPM Khoirul Huda 3 Surabaya)
Andik Kurniawan Santoso, salah satu santriwan PPM Khoirul Huda 3 yang berasal dari Mojokerto kali ini kembali mengharumkan nama PPM Khoirul Huda 3. Ia mengikuti kompetisi internasional yaitu 2nd International Process Control Competition (IPCC) 2019 bersama timnya di salah satu universitas di Perak, Malaysia yaitu Universiti Teknologi Petronas (UTP) pada 08 November 2019.

Dia berhasil melaju sampai babak presentasi setelah proposal idenya diterima, "Kemarin alhamdulillah bisa diterima idenya dan bisa presentasi di Malaysia", ujar santri yang akrab dipanggil Andik ini. Meski ia pulang tanpa membawa piala namun dia tetap bersyukur bisa dapat pengalaman pergi ke Malaysia, "Meski gagal di Malaysia, namun tetap bersyukur bisa mendapatkan pengalaman menjelajah Malaysia selama beberapa hari", tutur Andik.

Saat ditanyai mengenai biaya yang ia keluarkan, ia hanya tersenyum sambil berkata bahwa semua kegiatan disana telah dibiayai kampus ITS melalui proposal advokasi dana yang tim mereka telah ajukan. Dan dia bercerita banyak mengenai pengalamannya beberapa hari di Malaysia mulai dari wisata, transportasi, budaya di Malaysia.


Andik saat berkunjung ke Menara Kembar Petronas

Dia menceritakan bahwa hal yang paling berkesan selain dia bisa berkunjung ke Menara Kembar Petronas adalah saat dia mencari tempat jujukan. "Alhamdulillah di sana bisa diterima dan diramut seperti keluarga sendiri", ujar Andik.

Andik berpesan kepada teman-temannya agar tetap disemangatkan kuliah dan mondoknya, tetap dijaga kesemangatan kuliahnya jangan sampai PPM menjadi penghambat kita berkreasi di kampus dan juga tetap dijaga komunikasi yang baik dengan teman-temannya.

Kamis, 15 Agustus 2019

Agustus 15, 2019

Santri PPMKH3 Mengikuti Studi Banding Kampus ke Singapura

Andik Kurniawan Santoso menikuti Studi Banding Kampus ke Singapura

Andik Kurniawan Santoso, salah satu santri PPM Khoirul Huda 3 berhasil mendapatkan kesempatan emas mengikuti studi banding yang diselenggarakan kampusnya (ITS) ke Universitas terbaik kedua dan ketiga di Asia yaitu National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) di SIngapura pada 6 - 10 Agustus 2019.

Selama lima hari di Singapura tersebut dia tidak hanya berkunjung dan belajar ke universitas-universitas di sana, namun juga dia berkesempatan mengelilingi Singapura. Saat ditanya mengenai luas SIngapura, dia mengatakan bahwa luas Singapura masih lebih kecil daripada Surabaya bahkan waktu tempuh kita mengelilingi Singapura tak lebih lama dengan kita berkunjung ke Malang dari Surabaya.

Dia menceritakan bahwa hidup di negara maju memang sangat berbeda dengan negara berkembang. Di negara maju, masyarakatnya sangat disiplin dibandingkan negara berkembang. Namun ada suatu hal yang mencolok baginya, karena menurutnya makanan termurah yang ia jumpai disana harganya tak kurang dari SGD 5 atau sekitar Rp. 50.000, "Makanan disana mahal sekali makan paling murah 5 dollar Singapura untung nemu tempat jujukan disana" ujar Andik.

Saat ditanyai mengenai proses seleksinya dia menuturkan bahwa banyak tes seleksi yang harus ia jalani mulai dari Tes TOEFL yang harus meningkat minimal 50 poin skornya daripada Tes TOEFL sewaktu maba, Duolingo, hingga mengajari staff karyawan di ITS berbahasa inggris yang baik dan benar. Saat ditanya mengenai motivasinya mengikuti seleksi ini, dia menuturkan bahwa motivasi terbesarnya adalah mimpinya bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri, "Alhamdulillah berawal dari mimpi, Allah beri jalan untuk jalan-jalan gratis kesana" ujar Andik.

Banyak sekali hal berkesan yang ia jumpai disana, mulai dari pengalamannya bisa ke tempat jujukan, berkunjung ke Universal Studio Singapore, Merlion Park, bahkan dia berkesempatan mengikuti kegiatan National Day Parade (NDP) 2019 atau Hari Jadi Singapura langsung di lokasi utamanya.

Andik berpesan kepada teman-temannya agar tidak membatasi dirinya dalam mengikuti kesempatan-kesempatan yang ada di kampus, atur manajemen waktu sebaik mungkin, serta jangan takut untuk bermimpi setingi-tingginya.

Kamis, 28 Maret 2019

Maret 28, 2019

PPM Khoirul Huda Raih Juara Kedua Candradimuka Cup


Alhamdulillah, santri PPM Khoirul Huda 3 kembali berprestasi. Melalui perwakilan kontingen KH3, yaitu Dwiki Hisyamul Mubarok, Ghiyats Hafidzudin Dwiputra, Nanda Pratama Auliak, Adam Aditya Ramadhan, dan Afian Maula Rusdin berhasil menyabet gelar juara kedua dalam perlombaan futsal PPM se-Jatim dan Bali yang dilaksanakan di Jember pada 24 Maret 2019. Mereka berhasil masuk final, berkat menang melawan tuan rumah PPM Syafi'ur Rohman Jember di semifinal.

Namun, di final langkah juara mereka terjegal oleh PPM Huddatul Jannah dengan skor tipis 1-0. Dengan gagal juara ini, tidak membuat mereka luntur semangat, "Hasil ini bisa kita jadikan penyemangat untuk membawa pulang piala di Liga Desa Nginden nanti" ujar Dwiki. Hal ini disampaikan karena dalam waktu dekat, PPM Khoirul Huda 3 akan bertanding sebagai tim tamu di Liga Desa Nginden 2019. "Semoga kita tidak terlena dengan apresiasi ini, next juara liga nginden insya allah" pungkas Dwiki.

Dalam acara tasyukuran juara kedua ini, dewan guru sekaligus alumni PPM Khoirul Huda 3, Ustadz Dana Mekaroma berpesan kepada Tim Futsal PPM Khoirul Huda 3 ini, agar tidak mudah berpuas diri. Tetap disemangatkan kuliah dan mondoknya. Tetap dijaga kesemangatannya untuk turnamen selanjutnya agar bisa menyabet juara.

Dalam Candradimuka Cup ini, juga dilaksanakan peresmian gedung asrama putri PPM Syafi'ur Rohman dan Sarasehan Pancasila oleh Bupati Jember.

Jumat, 16 November 2018

November 16, 2018

Berwirausaha Sambil Kuliah dan Mondok, Mengapa Tidak?


Sekali lagi prestasi ditorehkan oleh santri PPM Khoirul Huda 3, dia bernama Elza Ismaya Dewi (foto berada paling kiri). Berkat usaha yang Ia jalankan, mahasiswa Biologi Unair ini berhasil menjadi finalis KMI Award 2018 di Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa waktu yang lalu. Ia berhasil mengalahkan ribuan peserta kontingen dari Universitas-Universitas lain di Indonesia.

Ide ini bermula dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang terdanai di tahun 2017, "Itu awalnya tugas dosen, terus gak nyangka kok bisa terdanai di PKM" ujar santri yang sering dipanggil Elza ini. Ide tersebut adalah sebuah masker yang dinamai COCO-MASK (Common Cold Mask) kelebihan masker ini dibandingkan masker biasa adalah dapat digunakan sebagai terapi mengatasi flu dan batuk.

Produk COCO-MASK ini kini dijual secara eceran dan dikemas dalam kardus. Satu kardus berisi 6 masker herbal, sedang per lembar masker dijual Rp 5.000. Dengan tampilan produk masker yang berwarna-warni, sehingga menarik minat calon pembeli dari kalangan mahasiswa sampai masyarakat umum.




"Alhamdulillah ini masih proses hak paten di inkubator Unair dan Sudah teruji secara klinis di ULP (Unit Layanan Pengujian) Farmasi Unair" ujar Elza. Saat ditanyai mengenai omzet, ia menjelaskan bahwa omzetnya sekarang mencapai jutaan rupiah dalam sebulan. Dalam membagi waktu kesibukannya ini dia memberikan tips dengan menulis list kegiatan setiap minggu berdasarkan skala prioritas. "Jadi prinsipku adalah FST  yaitu Fokus Santai Terbaik. Jalankan dengan Fokus dan serius tapi tetap santai (jangan memberatkan) dan lakukan yang terbaik." ungkap Elza.

Elza juga berpesan agar "Tetap tawakkal dan jangan lupa doa dan minta restu kedua orang tua dan banyak belajar dari orang-orang yang sudah berhasil di kehidupan dunia dan akhiratnya" pungkasnya.

Minggu, 11 November 2018

November 11, 2018

Dua Santri PPM Khoirul Huda 3 Menjadi Finalis KMIPN


Dua santri PPM Khoirul Huda 3 berhasil menyabet gelar finalis dalam perlombaan tingkat Nasional yaitu "Kompetisi Mahasiswa bidang Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) 2018". Dia adalah Hasyier Abdullah Taufik dan Reza Fauzi Augusdi masing-masing adalah mahasiswa D3 dan D4 Prodi Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang juga menjadi santri aktif dalam PPM Khoirul Huda 3.

Mereka berhasil menyisihkan 500an peserta dari seluruh politeknik di Indonesia. Hasyier yang mengikuti bidang lomba hackaton (hacking-marathon) atau lebih mudahnya marathon menyelesaikan masalah aplikasi secara marathon, menuturkan bahwa lomba ini seru karena dia bisa ngoding begadang 15 jam non-stop untuk memecahkan suatu masalah tersebut. "Paling seru ya pengalaman pertama sih bisa ngoding begadang 15 jam non-stop" ujar Hasyier.

Sedangkan Reza yang mengikuti lomba Cipta Inovasi menuturkan bahwa dia mendapatkan pertolongan Allah dalam perlombaannya "Awalnya itu H-1 iseng-iseng buat proposalnya eh malah dibantuin sama dosennya sehingga perijinannya mudah lancar jaya." ungkap Reza.

Meski kedua santri tersebut aktif di pondok pesantren, tidak menjadi penghambat bagi mereka aktif berkegiatan di kampus. "Meski mereka berdua hampir tiap hari tidur jam 1, mereka masih tetap sabar dan kuat menjalani 2 kehidupan di kampus dan pondok" ujar Kukuh, teman mereka berdua di pondok.

"Intinya semua ini berkat pertolongan Allah sesuai dalilnya di Surah Muhammad ayat 7 yakin deh percaya sama ayat itu benar adanya" pungkas Hasyier.

Jumat, 28 September 2018

September 28, 2018

Santri PPM Khoirul Huda 3 Sabet Juara Kedua Festival Pasang Giri


Santri PPM Khoirul Huda 3 berhasil menyabet gelar juara kedua Festival Pasang giri ASAD 2018 se-Surabaya dan Sidoarjo kategori kelompok dewasa. Dia adalah Nanda Pratama Auliak dan Romadhoni Fadli Rohmat.

Acara yang disenggelarakan di Sidoarjo ini dihadiri ratusan pesilat se-Surabaya Sidoarjo mereka berlomba dalam beberapa kelas. Kesuksesan ini diraih dengan kerja keras. Pasalnya selama 2 minggu kontingen dari PPM Khoirul Huda 3 dilatih setiap malamnya. "Kalau dibilang capek sih sangat capek, tapi karena kita tahu itu untuk perjuangan niat karena Allah sehingga capek itu tak terasa" ujar Nanda.

Saat ditanya mengenai motivasi mempelajari silat ini, pemuda yang kerap dipanggil Nanda ini mengatakan bahwa silat itu mengasyikkan jika semua itu dijadikan hobi sehingga seberat apapun pasti dilakukan dan yang paling membuat motivasi adalah mencari pahala.

Sementara itu, Bapak Prihadi Saputro (Wakil Ketua PPM Khoirul Huda 3) yang turut mendampingi para peserta berharap agar ada program pembinaan yang berkesinambungan. "Ini ditujukan kepada semua pendekar ASAD termasuk generasi muda kita. Dalam hal ini termasuk PPM. Dengan bekal intelektual yang tinggi  di dasari paham Agama yang mumpuni dan dijaga dengan karakter mental dan raga yang tangguh melalui Asad Pasang Giri diharapkan generasi muda kita bisa menjadi Pemimpin umat di masa depan." pungkasnya.