News

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2020

Februari 04, 2020

PSB: Sebuah Proposal



Pada berbagai institusi pendidikan, kegiatan orientasi adalah kegiatan yang jamak dilakukan. Pada umumnya, acara ini punya tujuan untuk memberikan informasi dasar pada para anggota baru tentang intitusi tempat mereka belajar. Namun sering kali acara ini juga diisi kegiatan penanaman nilai-nilai yang diyakini penting dalam tubuh institusi tersebut. Dalam praktiknya, proporsi antara pemberian informasi dan penanaman nilai seringkali tidak berimbang. sosialisasi nilai biasanya hanya sekadarnya saja dan terkesan formalitas sebagai syarat dari kegiatan orientasi ini. Di sisi lain, kegiatan penanaman nilai biasanya begitu dominan dan cenderung prestisius. akibatnya seringkali informasi terkait institusi kurang difahami namun budaya doktrinasi nilai jadi begitu kuat—yang dalam beberapa kasus nilai ini jadi dogmatik.

Jika ditarik dalam konteks Pondok Pesantren Mahasiswa (selanjutnya disbut PPM), maka kegiatan PSB (penerimaan santri baru) sering kali tereduksi menjadi kegiatan wawancara dan penutupan PSB saja. meski sebenarnya ada kegiatan lain seperti pengenalan sie kepengurusan santri, pembukaan PSB, kumpul PSB, atau kegiatan lain (jujur penulis tidak pernah mengikuti kegiatan PSB) namun kegiatan wawancara selalu saja menyita cukup banyak perhatian. Pada kegiatan wawancara ini, santri baru diharuskan menghubungi santri lama untuk melakukan kegiatan "wawancara" yang diisi pertanyaan terkait identitas serta pertanyaan terkait nasihat dan wejangan. Harapan dari kegiatan wawancara ini adalah, santri baru dapat lebih mengenal santri lama serta santri lama diharapkan dapat memberikan nasihat pada santri baru terkait kehidupan di PPM.

Kegiatan lain yang dirasa cukup penting juga adalah penutupan PSB. Pada kegiatan ini, ada penyerahan jas alamamater PPM serta evaluasi besar atas kegiatan PSB. Acara ini juga diikuti semua santri. Pada acara ini, santri lama akan melakukan kegiatan evaluasi pada santri baru yang meliputi koreksi pada keseharian mereka, solidaritas mereka, dan hal-hal lain yang dipandang kurang tepat dalam masa-masa awal mereka di PPM. 

Nuansa penanaman nilai cukup kental pada dua kegiatan ini yang mana juga menyita cukup banyak perhatian baik dalam segi waktu maupun tenaga. Tidak heran jika pada akhirnya kegiatan PSB mengalami reduksi makna menjadi sekedar acara "wawancara santri baru ke santri lama". Reduksi ini problematis (mengandung masalah) karena dalam praktiknya baik di pihak santri baru maupun santri lama banyak ditemui kejanggalan. Seringkali santri baru tidak berkumpul dan mendengarkan nasihat dari santri lama dan sekedar memberikan buku yang sudah terisi komplit untuk ditandatangani olah santri lama—dan hal ini kadang memang diminta oleh santri lama yang bersangkutan. atau ada juga santri lama yang meminta agar sesi wawancara dilakukan dengan beberapa santri baru saja dan sisanya bisa sekedar menulis apa yang telah ditulis oleh perwakilan santri yang melakukan wawancara ini.

Meski tidak semua santri baru dan lama melakukan tindakan ini, namun adanya kenyataan ini tetap saja memilki masalah. Ketiadaan tatap muka menjadikan sesi wawancara tidak lebih dari upaya mengisi buku PSB alih-alih bentuk interaksi organik antar generasi. belum lagi pesan yang disampaikan dalam sesi nasihat seringkali cenderung mengulang-ngulang saja dan bisa ditebak bentuknya; tentu ini secara tidak langsung mematikan daya kritis dan nalar yang dimiliki oleh santri.

Sementara itu, sudah jadi rahasia umum kalau acara penutupan PSB penuh dengan "skenario". Baik santri lama maupun santri baru telah menyadari hal ini sehingga dalam praktiknya tidak ada dialektika yang benar-benar terjadi—semua hanya usaha memenuhi kepatutan dalam laku evaluasi yang melibatkan senior dan junior. kombinasi dari wawancara yang berorientasi pada memenuhi buku PSB serta kegiatan diskusi yang semu pada akhirnya membuat penulis ragu dan sampai pada pertanyaan: nilai apa yang hendak ditanamkan pada santri baru?

Tulisan ini tidak hanya ingin mengkritisi model orientasi konvensional ini, namun juga menawarkan model orientasi yang lain. Dalam model orientasi yang baru ini, yang dikepedankan bukanlah penanaman nilai semata namun usaha untuk memberikan gambaran akan apa yang seharusnya lulusan PPM lakukan yakni memberikan kontribusi langsung pada umat. Kontribusi yang diberikan oleh lulusan PPM tentunya harus ilmiah namun tetap religius yakni memliki dasar yang empirik (berdasarkan kenyataan) serta ilmiah (dapat diterima akal), serta keduanya tetap berlandaskan nilai-nilai religius agama Islam yang berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadist—suatu bentu implementasi dari slogan profesional religius.

Untuk mewujukdan tujuan itu, maka kegiatan PSB diarahkan pada tiga nilai utama yaitu intelektualitas, kesetaraan antar generasi (angkatan), serta keberlanjutan. Intelektualitas diwujudkan dengan kerja ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan dengan dasar yang rasional dan empirik. objek dari kerja ilmiah ini adalah masalah yang ada pada keseharian PPM: ketertiban kegiatan pondok dan ibadah, aturan-aturan yang ada di PPM, interaksi antar elemen PPM, atau masalah lain. masalah ini dikaji dengan metode ilmiah yang mana sepenuhnya dikerjakan oleh santri baru. Santri lama dalam hal ini menjadi pengawas sekaligus objek kajian dan panitia PSB menjadi pembimbing kerja ilmiah. Hasil dari penelitian ini secara rutin dikontrol pada acara kumpul PSB dan buku PSB bisa dijadikan buku penelitian yang isinya bisa meliputi: data lapangan, wawancara dengan berbagai pihak (santri lama, pengurus, dewan guru), serta notulensi diskusi.

Kesetaraan dapat dimunculkan dalam bentuk posisi santri lama dan santri baru yang sama dihadapan aturan pondok dan Al-Quran serta Al-Hadist. Dari keseteraan ini diharapkan dapat ditumbuhkan budaya kritik karena setiap orang ada pada derajat yang sama. Tantangan yang muncul di sini adalah bagaimana membungkus kritik agar tetap etis sehingga tidak menabrak norma yang sudah ada. Setelah kritik dapat ditimbulkan maka diharapkan pula adanya kolaborasi positif antara santri lama dan santri baru. Pada akhirnya, akan timbul solidaritas yang organik namun sehat karena solidaritas masih bisa menghormati aturan yang ada—bukan malah membuka peluang pelanggaran aturan.

Keberlanjutan adalah nilai yang merupakan hasil akhir dari intelektualitas dan kesetaraan. Hasil kajian yang telah disusun oleh para santri baru akan dikritisi oleh segenap santri pada penutupan PSB yang mana harus diusahakan tetap menjunjung tinggi kesetaraan dan rasionalitas. Hasil dari "diskusi terbuka" ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun regulasi pada formasi kepengurusan santri periode selanjutnya. karena santri baru akan turut andil dalam kepengurusan santri, maka implementasi dari dari hasil kajian akan lebih mudah. Selain itu, kesetaraan yang ada juga diharapkan dapat merangsang kritik yang etis untuk menjaga agar aturan yang ada tetap relevan dan bermanfaat.

Jika nilai-nilai dalam kegiatan PSB ini dapat dijaga terus bahkan sampai santri lulus dari PPM, bukan tidak mungkin PPM benar-benar dapat menghasilkan mubaligh yang—meminjam istilah antonio gramsci—intelektual organik, yaitu seorang inteletual yang bukan hanya fasih menguraikan masalah dan fenomena yang ada pada masyarakat namun juga mampu menggerakkan massa demi terwujudnya kebaikan bersama.

Pada akhirnya tulisan ini tidak hanya bertujuan memberikan perspektif baru saja, tapi lebih jauh tulisan ini berusaha membuka ruang diskusi terkait cara untuk melakukan regenerasi yang baik dan secara nyata memberikan manfaat. Tentunya, dengan munculnya perbincangan publik terkait isu yang memang penting untuk suatu komunitas diharapkan partisipasi dan kolaborasi dapat terwujud dalam komunitas tersebut. Apalagi sebagai seorang calon intelektual organik, santri PPM haruslah mampu mengelola masalah dan menciptakan solusi dari masalah tersebut.

Jumat, 03 Januari 2020

Januari 03, 2020

ALASKA (Asrama Hadist Liburan Semester PPM KH 3)


السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡
HOLLA GENGS !!Awal tahun ? Liburan? Mau apa lagi ? 🤗

Jangan khawatir ya teman teman, Isi liburan mu kali ini dengan Asrama Hadist Himpunan di PPM Khoirul Huda 3 Surabaya pada tanggal
3-19 Januari 2020

Asrama Hadist Himpunan hadir dalam tiga materi yaitu :
1.Kitabu Jihad
2.Kitabu Imaroh
3.Kitabu Manasik wal Jihad
4. Kitab Hajji
5. Sarah Doa ASAD

Adapun waktu pengajian dibagi menjadi empat sesi, yaitu :

Sesi 1 (Shubuh) : 04.30 – 06.00
Sesi 2 (Pagi)     : 09.00 – 12.00
Sesi 3 (Sore)      : 15.30 – 17.00
Sesi 4 (Malam)   : 19.30 – 21.30

Ramaikan Asrama ini dengan #Liburanbermanfaat bersama PPM KH 3 SURABAYA 🥳🥳

Yukkk Kita mencari ilmu dan ladang pahala bersama.
Semangattt dan kerjakan dengan niat Karna Allah yaa,
Semoga Allah memberikan kelancaran, kebarokahan ,dan kefahaman yang kuat. Aamiin

Adapun untuk pendaftaran kalian bisa daftar disini.


الحمد لله جزاكم الله خيرا
ÙˆَالسَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡

Senin, 11 November 2019

November 11, 2019

PARAS (Pertemuan Wali Santri PPM KH 3 Surabaya) 2019



Assalamualaikum Wr. Wb.

Halo, selamat berbahagia fren😘
Sudah tahu kabar baik belum? Sebentar lagi akan ada acara PARAS yaitu "Pertemuan Wali Santri" PPM KHOIRUL HUDA 3 SURABAYA 2019.

Acaranya bakal diselenggarakan pada 17 November 2019
🕌 Masjid Luhur Al-Ikhlas Semampir
⏰ 07.00 - selesai

Selain itu, PPMKH3 juga bakal ada kegiatan: 
📖 Tahfidz
🔊 Sharing session
📃 Pembagian hasil prestasi santri

Nah, dah tau kan betapa penting dan banyaknya manfaat acara ini.

Semoga dilancarkan segala urusan, diberikan kelancaran dan kebarokahan🤗. 

Selamat berstrategi untuk bertemu calon mertua eh, bertemu orang tua maksudnya ehehe😂



Minggu, 27 Oktober 2019

Jumat, 28 Juni 2019

Juni 28, 2019

Kapolsek Sukolilo: LDII Gudangnya Ilmu


Sehari setelah dilantik, Kapolsek baru Sukolilo yaitu Bapak Drs. H. Bunari, M.Si langsung bersilaturahim dengan warga LDII dengan menghadiri pengajian LDII PC Sukolilo pada hari Jumat, 28 Juni 2019 di Masjid Luhur Al-Ikhlas, Medokan Semampir - Sukolilo - Surabaya. Dalam silaturahim kali ini, Bapak Bunari didampingi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Sukolilo, Dani.

Dalam sambutannya, Pak Bunari begitu beliau sering disapa, mengapresiasi keberadaan warga LDII di Sukolilo, "LDII orang yang berkualitas karena ditempa beberapa ilmu Al-Quran dan Al-Hadits, sehingga tingkah lakunya sesuai dengan aturan Allah dan Rosul" ujar Bunari.

Bunari juga mengingatkan kepada warga LDII agar berhati-hati dan waspada dalam penyebaran berita hoax yang marak terjadi di dewasa ini, "Baik yang mengunduh maupun menyebarkan hoax yang mengandung provokasi sesuai dengan UU ITE maka dia diancam lima tahun penjara" ucap Bunari.

Bunari juga berpesan kepada masyarakat LDII serta santri PPM Khoirul Huda 3 agar menjaga keamanan terutama di wilayah Keputih dan Medokan Semampir sering terjadi curanmor. "Dalam sehari bisa dua hingga lima kali curanmor di Sukolilo, untuk itu saya berpesan agar warga LDII meningkatkan keamanannya" pesan Bunari.

Dalam penutup, Bapak Achmad Rasmanto selaku Ketua LDII PC Sukolilo, berdoa agar kehadiran Bapak Bunari bisa amanah dalam mengemban tugas serta bisa aman, selamat, lancar, dan barokah di wilayah Polsek Sukolilo.

Selasa, 18 Juni 2019

Juni 18, 2019

Pendaftaran SBMPPMKH 2019

Assalamu'alaikum..
Hai para Pejuang Sukses Dunia Akhirat.. SBMPPMKH sudah dibuka pendaftaran lhoooo✨.

Khususnya buat temen temen yg sekarang akan berkuliah atau sedang menempuh pendidikan perkuliahan di Surabaya,  pengen kan tetep seimbang mengejar keduniaan dengan menempuh pendidikan lebih tinggi, tapi gamau akhiratnya ketinggalan.
Padahal akhirat lebih penting dari pada keduniaan.. yakan?

Catet yaaa info² pentingnya:

  • Dibuka pendaftaran mulai sekarang sampai 13 Juli 2019, isi form pendaftaran di bawah ini atau pada link > http://bit.ly/sbmppmkh2019
  • Penyelenggaraan tes SBMPPM tanggal 21 Juli 2019, pukul 07.30-Selesai. di Aula PPMKH3.
  • Materi tes ada 3 yaitu: tes kemampuan dasar, tes bacaan, dan tes wawancara.
  • Pada saat tes datang dengan orang tua/ wali nya
  • Membawa alat tulis dan pas foto 4x6 2 lembar
  • Membawa surat keterangan daerah asal

Yuk gabung aja di keluarga besar PPM Khoirul Huda dan jangan lewatkan event ini.✨SBM PPMKH 2019✨

"Next Step to Be Professional Religious".

Disini kalian akan di beri tempat untuk mendapatkan ilmu dunia dan akhirat sekaligus.
Sudah siap sbmppm? 😊

Contact Person :
▪Nanda : +62 812-3590-5461
▪Andik : +62 815-5318-5027

Sabtu, 27 April 2019

April 27, 2019

ASRAMA QURAN RAMADHAN (SAQURA) 2019

FORM PENDAFTARAN SCROLL DOWN vv

[ASRAMA RAMADHAN]

Asrama kali ini akan ada 4 sesi dan ada 2 tempat, yaitu

Masjid Luhur Al Ikhlas Semampir
• Ba'da subuh - 06.15 

Aula PPMKH3
• 09.00 - 10.00
• 13.00 - 15.00
• 20.00 - 22.00


Mau tanya-tanya? Boleh banget dong
Langsung aja hubungi cp ya☺


Sabtu, 06 April 2019

April 06, 2019

KATA HATI : Dari Hati ke Hati, Kita Benahi Diri


Assalamualaikum wr wb

Halo teman-teman,
Tepat seminggu kemarin (30/03/19) bertepatan dengan Forum Diskusi para Santriwan, Santriwati PPM Khoirul Huda 3 juga mengadakan forum sendiri bertajuk "Kata Hati" bersama Ustadzah Erna Puspita Sari sebagai pembicara.

Nah, disana juga ada sharing dari Ustadzah Erna mulai dari pesan-pesan kami untuk bertahan di PPM juga berbagi cerita beliau semasa remaja, mondok hingga menikah.
Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita beliau. Hingga tak sedikit juga yang meneteskan air mata.
Hmmm saking apanya coba...

"Kalian ini beruntung mbak, bisa kuliah sambil mondok, tempatnya enak ber-AC, sudah dapat makan, ya supaya dipersungguh. Sesama temannya supaya bisa rukun perbanyak interaksi biar lebih akrab satu sama lain" begitulah kira-kira nasehat beliau untuk kami supaya kami lebih semangat lagi di PPM.

Tak hanya itu, beliau juga menceritakan bagaimana beliau sebelum mondok, peejuangan mondok di Kediri yang didapuk sebagai pasus, menjadi ketua santriwati juga ibu kamar hingga beliau asrama Hadist Bukhori yang mengantarkan beliau bertemu dengan jodohnya(baca : Ustadz Irsyad).
Ustadzah Erna juga mengatakan
"Saya mondok dulu itu saya cuma pingin satu yaitu menjadi orang yang faham, sampai-sampai disemua buku saya itu banyak coretan kata faham. Karena saya ingin sekali dan berusaha konsisten untuk menjadi orang yang faham".

Semoga kegiatan kita kemarin bisa menambah kefahaman juga semangat kita dalam mondok dan kuliah.
Tetap semangat ya para santriwati PPM KH3
selalu jaga kekompakan dan kerukunan.
Semoga kita bisa lulus menjadi Sarjana yang Mubalighot dan Mubalighot yang Sarjana.
Aamiiiin.

"Jadilah orang yang Konsisten, karena Konsisten itu mempermudah langkah untuk mencapai tujuan kita."
-Ustadzah Erna

Jumat, 05 April 2019

April 05, 2019

Santriwan PPM Khoirul Huda 3 Gelar FGD Untuk Tingkatkan Tata Krama


Sesungguhnya tidaklah datang suatu jaman, melainkan jaman setelahnya itu lebih buruk dari jaman sebelumnya. Berangkat dari dalil itu Santriwan PPM Khoirul Huda 3 menyelenggarakan focus group discussion “untuk menumbuhkan sikap tata krama santri yang sesuai dengan ajaran nabi”, demikian pembukaan Subhan Rahman Prabowo, Moderator dalam FGD ini di Ruang Musyawarah Masjid Luhur Al-Ikhlas, Medokan Semampir – Sukolilo - Surabaya, Sabtu (30/03).

Diskusi yang diikuti oleh seluruh santriwan PPM Khoirul huda 3 ini merupakan tindak lanjut dari menurunnya sikap bertata krama pemuda dewasa ini. Jika di luar lingkungan pesantren, banyak sekali pemuda yang kehilangan jati diri budi pekertinya maka didiskusikanlah kembali bagaimana hakikinya tata krama seorang pemuda yang sesuai ajaran nabi.

Menurut Ustadz Abdul Ghofur, Dewan Guru PPM Khoirul Huda 3 memberikan pendapatnya bahwa santri seharusnya di sini (baca: di PPM ini) memiliki tujuan untuk mencari jariyah. “Karena kalau kita niati untuk mencari jariyah maka kita ikhlas untuk beramal sholih dan mentaati peraturan di sini” ujarnya.

Sedangkan menurut Ustadz Mauludin Akbar yang juga Dewan Guru PPM Khoirul Huda 3 memberikan pendapat bahwa kita harus memahami prinsip hidup orang Jawa yaitu papan, empan, adepan. “ Kan kita sudah tahu pepatah jawa, papan empan adepan, ya itu dilaksanakan lagi” tutur Ustadz Akbar.

Ustadz Dana Mekaroma menambahkan bahwa dengan adanya fasilitas yang semakin memadai saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa hal itu membuat sikap pemuda semakin malas termasuk untuk menghormati orang lain serta dalam beramal sholih. “Dulu itu pejuang agama dengan fasilitas dan pengetahuan yang sangat minim namun bisa menghasilkan umat yang melimpah saat ini namun sekarang mengapa dengan fasilitas yang sangat memadai namun banyak pemuda yang terlena dengan fasilitas yang ada” tegasnya.

Ustadz Irsyad Fauzi Firdaus sebgai penutup memberikan konklusi bahwasanya hal terkecil yang dapat kita lakukan saat ini minimal bisa memberi contoh pada yang lain. “Hal terkecil yang saat ini dapat kita lakukan minimal kita bisa menjadi contoh untuk orang lain agar menjadi insan yang lebih baik lagi” pungkasnya.
April 05, 2019

Olimpiade Naik Haji PPM Khoirul Huda 3 2019



Ibadah haji merupakan salah sutu rukun islam yang wajib dilakukan bagi setiap muslim yang mampu jalannya. Apabila tidak sering dideres maka ilmu teori yang didapat akan lupa. Maka dari itu, untuk menderes kembali pengetahuan praktek ibadah haji para santri PPM Khoirul Huda 3, sie acara dari PPM ini mengadakan Olimpiade Naik Haji.

"Kegiatan ini dilakukan agar santri tidak lupa mengenai praktek ibadah haji" ujar Ustadz Irsyad Fauzi Firdaus selaku juri dan dewan guru PPM Khoirul Huda 3 saat membuka acara.

Olimpiade Naik Haji ini memang sebagai suksesi dari kegiatan Olimpiade Faroid baru perdana diadakan di PPM KH 3 dan Insya Allah baru pertama kali ada di antara PPM lain yang ada di seluruh Indonesia.
Walaupun masih pertama kali diadakan, acara ini berjalan dengan lancar dan seluruh santri yang mengikutinya terlihat menikmati acara ini. Walaupun ada beberapa kendala pada masalah waktu.
Teknisnya, dalam olimpiade faroid ini seluruh santri dibagi menjadi tiga kelompok besar. Yang mana masing-masing kelompok harus bekerja sama dalam memecahkan jawaban atas pertanyaan mengenai seluruh kegiatan ibadah haji yang di telah di paparkan. Dan yang menjadi juri pada Olimpiade Faroid ini adalah dewan guru / mubaligh yang ada di PPM Khoirul Huda 3 yang tentunya beliau semua memiliki ilmu yang luar biasa.

Dari permasalahan permasalahan yang ada itu dibagi menjadi tiga babak. Di babak pertama semua peserta diharuskan menggunakan smartphone untuk menjawab soal.

Di babak kedua, terdapat 15 soal dibagi kepada tiga kelompok tersebut, dan pada tiap-tiap soal yang ada 100 poin yang diperebutkan tiap soalnya.
Selanjutnya di babak terkahir, setiap kelompok dipersilahkan untuk menjelaskan kegiatan ibadah haji dari awal hingga akhir. Masing masing soal yang diberikan harus di bahas dan jawab bersama tiap kelompoknya masing masing yang diberi waktu selama 5 menit untuk menjawab.

Seru kan ya kegiatan kita ☺️, semoga kita semua bisa menunaikan ibadah haji sama-sama ea.

-Salam Profesional Religius-


Selasa, 02 April 2019

April 02, 2019

Santri's Day Out



Hai gaes, Assalamualaikum.. Bagaimana kabar hari ini? Hatinya masih baik-baik aja kan? Ehheehe. Pasti baik dong ya, apalagi mbak mas KH3 nih yang kemaren berkesempatan maen-maen ke Taman Harmoni Keputih. Keakraban biar makin akrab dan kompak sebagaimana bagian tubuh yang saling melengkapi gitu. ( bukan melengkapi tulang rusuk ya :p )

Minggu tidak pulang KH3 selalu diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan antara lain :

  • Menambah softskill santri
  • Menjalin kerukunan, kekompakan dan kerja sama yang baik
  • Menambah pengetahuan dan keilmuan
  • Refreshing setelah rutinitas kuliah dan ngaji
  • Olahraga
  • Dan menghindari membatu di pulau kapuknya masing-masing :v

Pada hari minggu (31/03/19) kemaren, KH3 mengadakan keakraban yang dimulai dengan persiapan ke lokasi, berangkat bareng, sarapan bareng, dan game-game menarik tentunya. Oiyaa, satu lagi nih, ada nasehat dari dewan guru yang InsyaAllah menambah kefahaman serta agar para santri bisa menjadi lebih mengerti, apa sih sebenarnya tujuan diadakan keakraban ini. Iya gitu ceritanya. Hehe

Dan ini dia feedback dari beberapa santri kita >>

Mbak Risya : Bisa membangun keakraban,kekompakan dan keceriaan

Mbak Sahda : Harapannya semoga kh3 seterusnya bisa kompak, saling kerjasama, rukun sesuai dengan makna game yang kemaren di mainkan.

Mas Dwiki : Acaranya bagus. Sayang yang datang nggak optimal

Mas Hasyier: Aslb, Itu sih

Mas Bayu : Gokil seruuu. Pagiku penuh warna bersama saudara2 tercinta😘😘

Mbak April : Kurang banyak yang berpartisipasiii....kalo buat acara s3ruuuu abizz..wkwkkw

Mas Adi : Asik, lumayan seru

Mbak Elza : Perlu diadakan lagi, wqwqw untuk menambah kerukunan dan kekompakan.

Yap, begitulah kesan pesan dari acara kemaren hehe. Semoga kedepannya bisa semakin kompak yaa.. 

-Salam profesional religius-

Kamis, 28 Maret 2019

Maret 28, 2019

PPM Bantu Pemerintah Cetak SDM Profesional Religius


LDII melalui Pondok Pesantren Mahasiswa berharap dapat membantu program-program pemerintah mewujudkan generasi yang handal, berilmu dan memiliki karakter yang baik profesional religius.
Hal ini disampaikan Ketua DPD LDII Jember, Sunardi, bahwa LDII Jember memiliki Pondok Pesantren Mahasiswa yang sudah dirintis sejak tahun 2006 di hadapan Bupati Jember, dr.Hj.Faida.MMR Sabtu lalu (23/3), dalam acara Peresmian Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Syafi’ur Rohman sekaligus Sarasehan Pancasila yang diikuti PPM se-Jawa Timur dan Bali termasuk PPM Khoirul Huda 3 di Jember.
Hingga saat ini, PPM Syafi'ur Rohman Jember sendiri sudah menampung 218 mahasiswa yang sedang studi di berbagai perguruan tinggi di Jember. Disamping fasilitas kamar santri, PPM juga dilengkapi dengan sarana kegiatan eksternal berupa lapangan futsal.
PPM Syafi’ur Rohman Jember binaan LDII yang berada di Jl.Brantas XXIII, Sumbersari ini akan diresmikan langsung oleh Bupati Jember, Faida dan juga dihadiri Ketua MUI Jember, Prof.Dr.KH.Halim Subahar,M.Si sekaligus sebagai narasumber Sarasehan Pancasila. Selain Ketua MUI, hadir juga dari Kementerian Agama, Muspika Kecamatan Sumbersari, Polsek Sumbersari dan Danramil Sumbersari serta tokoh di sekitar lingkungan PPM Syafi’ur Rohman.
Terkait hal itu, Ketua DPW LDII Jember Amien Ady mengapresiasi kepengurusan LDII Jember dan panitia yang sudah berupaya maksimal mewujudkan PPM Syafi'ur Rohman. Ia juga berharap para santri PPM ini dapat bersinergi dengan program-program Bupati nantinya.

Kamis, 07 Februari 2019

Februari 07, 2019

Alhamdulillah Jaza Kallahu Khoiro Pak Azi

Sabtu malam(19/01/19) tidak seperti malam biasanya pada asrama liburan PPMKH3 kali ini, karena pada malam itu PPMKH3 sedang dalam mode melankolis (sampai menangis) melepas kepulangan Pak Azi. Iya, Pak Azi memutuskan untuk kembali ke rumahnya di Sragen karena alasan keluarga. 


Pak Azi merupakan guru yang mendampingi santri sejak awal PPMKH3 diresmikan pada 15 Agustus 2015. Beliau sudah seperti orang tua kita sendiri. Beliau sebenarnya sangat berat meninggalkan PPM karena merasa belum berkontribusi banyak, belum memaksimalkan waktunya untuk mengajar kita para santri ( hmmm, sweet banget kan orangnyaa )): )

Sudah pasti, kepergian Pak Azi meninggalkan banyak sekali kenangan, terutama untuk santri angkatan pertama, yaitu angkatan 2015. Pak Azi di mata mereka adalah sosok guru yang bisa perhatian, mengerti, mengayomi, sabar menghadapi santri dengan berbagai macam background dan watak, selalu menasehati santri dan mengingatkan ketika salah (dengan sindiran halus khas Pak Azi yang makjleb sampai di hati hihihi) dan menyemangati serta mendorong santri agar bisa lulus dan mencapai target pondok dengan tepat waktu. 

Juga, pada malam itu mereka para santri menyampaikan sedikit pesan kepada Pak Azi agar tetap menyampaikan ilmunya dimanapun Ia berada. Tetap bejuang dalam fisabilillah dan tetap amar ma'ruf serta tetap karena Allah. 

" Saya mewakili PPMKH3 mengucapkan Alhamdulillah Jaza Kallahu Khoiro kepada Bapak Azi atas pelajaran-pelajaran yang disampaikan selama ini, semoga ilmu-ilmu yang disampaikan bisa bermanfaat bagi kami dan menjadi jariyah bagi Pak Azi. Dan apabila kami ada kesalahan, semoga Pak  Azi berkenan untuk memaafkannya. " Kata Mas Albet selaku Ketua Santri di sela-sela magangnya di Situbondo. (bisa dilihat di video di bawah ^^ )


Pak Azi juga berpesan kepada semua santriwan-santriwati PPMKH3 agar selalu semangat dalam kuliah dan mondoknya, semangat mencari ilmu hingga menjadi mubaligh-mubalighot, selalu menderes kembali ilmu yang didapatkan dan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, mengurangi lahan dan pelanggaran dan juga bisa menjadi seseorang yang profesional dan religius. 

Terakhir, semoga Pak Azi sekeluarga selalu diberi kesehatan yang barokah, lancar dalam mencari rizki, tetap semangat di dalam urusan Sabilillah. 

Alhamdulillah Jaza Kallahu Khoiro Pak Azi ^^





Selasa, 05 Februari 2019

Februari 05, 2019

Manajemen Stress bersama PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Make Peace With Stress - Manajemen Stress bersama PPM Khoirul Huda 3 Surabaya | Pada Minggu (03/02/2019), PPM Khoirul Huda 3 di datangi oleh Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., dosen Universitas Negri Malang, yang merupakan pemateri dari seminar ini. Dan juga seorang moderator yang hits yang merupakan alumni PPM KH 3 sendiri, yaitu mas A Rizal Dwiki Rivaldhy. Dalam perkenalannya, dia menyebutkan bahwa dirinya biasa dipanggil mas Ari atau mas Kevin.

Stress ada untuk dihadapi, bukan untuk di hindari.

Seminar yang bertajuk "make peace with stress" ini bukan khusus hanya untuk santi PPM saja, melainkan terbuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya sama sekali.

Manajemen Stress bersama PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Face the stress, get the success

Seperti yang dijelaskan oleh bapak Adi Atmoko, tujuan dari manajemen stress ini adalah sebagai berikut:
  1. Merasakan dan mengukur tingkat stres masing-masing 
  2. Memahami contoh dan hakikat stress masing masing
  3. Memaknai substansi stress
  4. Mencari dan menerapkan solusi stres sesuai masing-masing individu
  5. Mengimplementasikan solusi stres dalam kehidupan sehari-hari sesuai KONTEKS (budaya, tempat) Indonesia yang ISLAMI
"Stress itu berasal dari tekanan perasaan, merasa tertekan atau tidak nyaman. Kalau anda merasa mangkel, gondok, kecewa, dll, berarti anda stress." ucap Dr. H. Adi Atmoko, M.Si..

Tindakan manusia 80% dipengaruhi oleh emosi/ perasaan dan cara pandang manusia dipengaruhi oleh wawasan. Maka dari itu kebanyakan stress itu berasal dari perasaan yang mana memiliki cara pandang yang salah.

Bpak Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. menggambarkan seperti ini,

Manajemen Stress bersama PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Dengan jadwal harian yang sepadat itu, kita akan bisa menjadi stress atau tidak itu tergantung dari cara pandang kita. Jika kita memiliki cara pandang dan perasaan positif maka itu akan menjadi enjoy saja. Sebaliknya, jika kita memiliki cara pandang dan perasaan negatif maka kita akan strees dibuatnya.

"Faktor iman, tawakal, ikhsan, yakin dan doa bisa menghilangkan strees." ucap Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. dalam seminarnya.

"Melatih otak juga bisa mengatur perasaan dan pikiran." lanjutnya.

Dalam seminar ini, pemateri juga memberikan cara bagaimana mengatasi stress jangkan pendek dan jangka panjang.

Seperti yang dijelaskan oleh bapak Adi Atmoko, dibawah ini merupakan cara mengatasi stress.

Jangka pendek
  • Pandang sebagai tantangan perjuangan dan bukan beban.
  • Tetap niati karena Allah
  • Mohon kesehatan serta pertolongan Allah
Jangka panjang
  • Pembentukan karakter tawakal, sabar, tahan uji dan fokus tujuan hidup yang akan memberikan hasil lebih tentram,tenang dan yakin.
"Membuat prinsip, akherat lebih penting dari dunia, namun flesksibilitas lebih utama." tutur bapak adi.

Beliau memberi kesimpulan dalam seminar ini sebagai berikut
  1. Jaga hati dan niat
  2. Jaga menu dan pola makan
  3. Jaga pola istirahat dan olahraga agar badan tetap bugar
  4. Jaga perasaan tetap tenang untuk sukses mengerjakan tugas / ibadah / ngaji serta belajar / kuliah dalam perjalanan hidup jangka panjang kedepan.

Jumat, 04 Januari 2019

Januari 04, 2019

Jauhi Maksiat di Malam Akhir Tahun, Pemuda LDII Gelar Bazar dan Pengajian Akhir Tahun



Menurut kacamata agama, pergantian tahun menandakan zaman semakin rusak. Cobaan dan kerusakan akhlak semakin berat. Berkaitan dengan itu, guna menghindari efek negatif perayaan momen akhir tahun, pemuda LDII Pimpinan Anak Cabang Medokan Semampir menggelar Malam Religius dan Bazar Bersama Kamu (Merbabu).

Pembina PAC LDII Medokan Semampir, H. Juhari Emnur mengatakan, acara ini digelar untuk menghindarkan generasi muda dari perbuatan yang melanggar aturan agama. “Pengajian ini bukan untuk merayakan tahun baru. Hanya waktunya bertepatan dengan pergantian tahun,” ucapnya saat menyampaikan nasihat agama dalam forum pengajian di Masjid Luhur Al-Ikhlas, Jalan Semampir Selatan 2A No. 110, Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya, Senin (31/12/2018).

Adapun kegiatan unggulan dari acara ini adalah bazar kewirausahaan. Dimana para remaja masjid dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdagang di malam tahun baru. “Diharapkan softskill mereka bisa terasah dan kerukunan serta kekompakan bisa terjalin dengan baik antar mereka” ujar Juhari.

Hadir dalam pengajian ini, ratusan remaja masjid Luhur Al-Ikhlas serta santri Pondok Pesantren Mahasiswa Khoirul Huda 3 Surabaya serta jamaah anggota pengajian LDII PAC Medokan Semampir. Kegiatan yang berisi pengajian, bazar, hiburan, dan makan-makan ini dimulai sebelum sholat maghrib hingga Selasa (01/01/2019) pagi.

Berikut beberapa foto dokumentasi dari acara Merbabu






Kamis, 03 Januari 2019

Januari 03, 2019

Desember Anti Baper

Alhamdulillah kabar bahagia datang dari pasangan Guru Pondok dan santri kita yaitu Ust. Mauludin Akbar dan Mbak Yenna Fadhila pada Minggu (23/12/2018). Lihat serasinya mereka dalam balutan pakaian pengantin di bawah ini. serasi kan? hehehe.



Iya, salah satu santriwati kita yang menyelenggarakan akad nikahnya pada Senin (10/12/18) di Tulungagung itu kini sudah resmi menjadi istri sah dari Ust. Akbar. Akad nikah itu dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin dekat dengan kediaman Mbak Yenna, dihadiri oleh beberapa perwakilan santri dan pengurus pondok PPMKH3. 

Untuk itu, PPMKH3 mengadakan resepsi untuk mereka yang bertempat di SSC (Semampir Sport Center) dengan bertemakan Vintage. Para santri yang menjadi panitia mulai mempersiapkan dari dua minggu sebelum tanggal resepsi. Antusias panitia untuk menyukseskan acara terlihat dari perjuangan mereka menjalankan jobdesc masing-masing serta menyusun acara sedemikian rupa sehingga acara bisa berjalan lancar.

Acara dimulai dengan arak-arakan pengantin dari rumah Pak Yos, pengantin diiringi oleh dewan guru dan beberapa santri dibelakang mereka, dan juga ada 4 caberawit yang mengenakan baju ASAD dan menampilkan kembangan di depan SSC.

Resepsi dimulai jam 10 dengan mengundang pengurus pondok, serta masyarakat sekitar.

Pasca acara, Ust. Akbar mengungkapkan bahwa beliau terharu dengan usaha para santri dalam menyukseskan acara. Beliau tidak lupa mengucapkan terimakasih dan syukur di sela-sela mengajar pengajian malam. Beliau juga menuturkan cerita singkat awal mereka bisa memutuskan untuk menikah kepada para santri. Iya, membuat santri jadi baper sendiri mendengarnya. 





Minggu, 30 Desember 2018

Desember 30, 2018

Jaza Killahu Khoiro Mbak Rosi



Senin (11/12/18) malam, adalah hari perpisahan dari salah satu guru putri PPMKH3 Surabaya - Ustadzah Rosi, membuat suasana malam itu menjadi haru bagi para santri di aula PPMKH3.

Mbak Rosi adalah guru putri atau mubalighot KH3 yang mulai menjalankan tugasnya pada 2016. Iya, sudah resmi 2 tahun lebih 3 bulan  lamanya Mbak Rosi mendampingi para santri di pondok ini. Dan Alhamdulillah bebarengan dengan lulusnya Mbak Rosi secara resmi menjadi bidan jebolan UNAIR.

Kilas balik bentar yuk ke perjalanan dan perjuangan Mbak Rosi di Surabaya. Jadi, Mbak Rosi adalah santri dari Pondok Pesantren Mahasiswa Khoirul Huda 1 Surabaya yang bertempat di Nginden. Di samping itu, Mbak Rosi juga merupakan mahasiswi Kebidanan di UNAIR. Dan kalau di hitung secara angka. Sudah 5 tahun Mbak Rosi merantau di Surabaya. Untuk itu, karena apa yang menjadi tujuan awal sudah tercapai, Mbak Rosi memutuskan untuk kembali melanjutkan perjuangannya dan kembali kepada orang tuanya di Malang.

Di sela-sela perpisahan itu, Mbak Rosi berpesan kepada para santri KH3 agar selalu semangat dalam berjuang. "Banyak contohnya yang berhasil tepat waktu, mondoknya tidak molor, dan kuliahnya juga lulus tepat waktu, Mbak Rosi yakin kalian bisa, jangan sampai adek-adek Mbak Rosi disini menyerah sama kuliah dan mondoknya."

Di kesempatan itu, Mbak Asiah juga berpesan kepada Mbak Rosi agar selalu menjaga semangatnya, tetap berjuang dalam Sabilillah.

Memang benar, di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kita, santri KH3 hanya bisa mengharap dan berdoa untuk kelancaran perjuangan Mbak Rosi di sesi berikutnya. Dan semoga nasehat, waktu, motivasi, dan  semangat Mbak Rosi bisa kita tiru dan kita jalankan tentunya dengan niat karena Allah.

Terakhir, semoga Mbak Rosi segere menikah.. hehehe

Dari Mbak Rosi, Untuk Kita

-kroko


Minggu, 25 November 2018

November 25, 2018

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 SurabayaIlmu Faroid atau yang biasa disebut ilmu tentang ahli waris memang merupakan salah satu ilmu didalam agama islam yang agak sulit dipelajari. Maka dari itu, untuk mengasah kemampuan faroid para santri PPM Khoirul Huda 3, sie acara dari PPM ini mengadakan Olimpiade Faroid.

"Ilmu faroid adalah salah satu dari tiga ilmu yang wajib dipelajari," ujar ust.Azimata Rusydi selaku juri dan mubaligh PPM KH3 saat membuka acara.

Olimpiade Faroid ini memang baru perdana diadakan di PPM KH 3 dan insyaAllah baru pertama kali ada di antara PPM lain yang ada di seluruh indonesia.

Walaupun masih pertama kali diadakan, acara ini berjalan dengan lancar dan seluruh santri yang mengikutinya terlihat menikmati acara ini. Walaupun ada beberapa kendala pada masalah waktu.

"ada teman saya dari PPM malang yang juga pengen ngadain acara seperti ini, semoga PPM kita bisa menjadi percontohan bagi PPM lain nya." ucap Andik selaku koor acara(24/11/2018).

Teknisnya, dalam olimpiade faroid ini seluruh santri dibagi menjadi tiga kelompok besar. Yang mana masing masing kelompok harus bekerja sama dalam memecahkan masalah ahli waris yang di telah di paparkan. Dan yang menjadi juri pada Olimpiade Faroid ini adalah dewan guru / mubaligh yang ada di PPM Khoirul Huda 3 yang tentunya beliau semua memiliki ilmu Faroid yang luar biasa.

Dari permasalahan permasalahan yang ada itu dibagi menjadi tiga babak. Di babak pertama semua peserta diharuskan menggunakan smartphone untuk menjawab soal.

Di babak kedua, terdapat 20 soal dibagi kepada tiga kelompok tersebut, dan pada tiap-tiap soal yang ada itu ada poin yang berbeda, mulai dari 20-60 poin.

Selanjutnya di babak terkahir, yang memberikan soal adalah juri atau dewan guru yang ada di PPM Khoirul Huda 3. Masing masing soal yang diberikan harus di bahas dan jawab bersama tiap kelompoknya masing masing yang diberi waktu selama 5 menit untuk menjawab.

Doc.
Note : Klik gambar untuk memperbesar

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Olimpiade Faroid PPM Khoirul Huda 3 Surabaya

Kamis, 22 November 2018

November 22, 2018

Pertemuan Wali Santri PPM Khoirul Huda 3 2018


PPM Khoirul Huda 3 kembali menggelar acara tahunan yaitu Pertemuan Wali Santri PPM Khoirul Huda 3 Surabaya. Acara ini bertempat di Masjid Luhur Al-Ikhlas, salah satu masjid binaan LDII PAC Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya pada hari Selasa, 20 November 2018. Acara ini dihadiri oleh seluruh orang tua atau wali perwakilan santri PPM Khoirul Huda 3.

"Acara ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih baik lagi serta ajang silaturahmi antara pengurus dan orang tua santri" ujar Alex bernadi Ketua PPM Khoirul Huda 3 saat membuka acara. Acara ini diawali oleh kegiatan murojaah tahfidz oleh santri PPM Khoirul Huda 3 yaitu Abdi Fahmi Anggara. Lalu sambutan oleh Ketua Umum PPM Khoirul Huda 3, Ketua Ta'mir Masjid Luhur Al-Ikhlas, serta Pembina PPM Khoirul Huda Surabaya.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan PPT dan Video Profil  oleh Yos Sukendar agar memperdalam mengenai gambaran PPM Khoirul Huda 3. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sharing umum antara santri, orang tua serta pengurus. Agar orang tua mengetahui persoalan santri secara umum serta orang tua beserta pengurus dapat mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut.

Menjelang akhir sesi ada kegiatan makan serta foto bersama sebagai bentuk kerukunan antar santri, orang tua, serta pengurus pondok. Di akhir sesi, sebelum pulang orang tua diberi laporan kegiatan belajar mengajar santri selama di pondok agar orang tua dapat mengetahui kendala-kendala serta pencapaian santri selama mondok di PPM ini.

"Saya bersyukur atas diadakannya kegiatan ini, karena ini dapat membuat kami (orang tua) tidak was-was lagi dalam menempatkan anak kami di PPM ini karena kami dijabarkan keseharian santri kami sehingga bisa dijadikan kontrol untuk kami kedepannya" pungkas salah satu orang tua.


After Movie.
 

Minggu, 11 November 2018

November 11, 2018

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Taman Bungkul adalah salah satu taman yang ada di Kota Surabaya. Car Free Day juga diberlakukan di taman ini, sehingga banyak sekali warga surabaya yang antusias menghabiskan pagi di akhir pekan nya untuk berolah raga maupun menyantap kuliner pedagang kaki lima yang ada di taman bungkul ini.

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Nah, pada hari ini, Minggu (11/11/2018), Santri PPM Khoirul Huda 3 Mengadakan Kompetisi Kewirausahaan di Taman Bungkul. Dari seluruh santri PPM KH 3 masing masing dibagi menjadi lima kelompok. Dan tiap kelompok diberikan modal sebesar Rp 50.000,- untuk berwirausaha.

Mereka semua diharuskan menggunakan modal kurang dari yang disebutkan diatas. "Gak boleh lebih dari 50 ribu, nanti ada reward tersendiri untuk kelompok yang paling banyak untungnya dan yang paling banyak ruginya."tutur Andik sebagai koor acara (10/11/2018)

Adapun menu yang disajikan tiap kelompok berbeda beda, mulai dari es teh, es kopyor, tahu kress, air mineral, dan masih banyak lagi.

Terlihat seluruh santri yang mengikuti acara ini sangat antusias dan senang, walaupun ada beberapa orang yang merasa frustasi karena di awal mulai berdaagang tidak ada seorangpun yang mendekat, walaupun pada akhirnya dagangannya terjual habis.

"Sempet frustasi pas awal jualan, gaada yang beli sama sekali. Tapi pas udah pecah telor, udah enak jadi banyak yang beli." keluh Ghyats, salah satu santri yang mengikuti event ini (11/11/2018)

Taman Bungkul hari ini terlihat berbeda dari hari biasanya, ini dikarenakan karena adanya Peringatan Hari Pahlawan.

Doc.


Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k

Kompetisi Kewirausahaan PPM KH 3 Dengan Budget 50k